Sabtu, 18 Januari 2014

0 Ashabul Kahfi

ilustrasi
(Seri Kecerdasan Ali Bin Abu Thalib)

Dari Imam Ali ra yang menceritakan Ashabul Kahfi kepada seorang Yahudi yang ingin menguji kecerdasan Imam Ali ra. Apabila Imam Ali ra tidak bisa menceritakandan menjawab pertanyaannya, maka ia tidak mau memeluk ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw.

Tiga orang pendeta Yahudi datang menemui Imam Ali ra, mereka ingin menguji kebenaran agama Islam.

Salah seorang berkata, “Wahai Ali, ada satu masalah yang ingin kutanyakan kepadamu.”

mam Ali ra pun berkata, “Bertanyalah sesukamu!”

Pendeta Yahudi tadi berkata, “Beritahukan kepadaku tentang sekelompok remaja pada zaman dahulu. Yang mana mereka mati selama tiga ratus sembilan tahun, lalu Allah hidupkan kembali. Bagaimana kisah mereka itu?”
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Jumat, 17 Januari 2014

0 Kalam Allah

Dalam pemahaman Ulama kita; ulama Ahlussunnah ketika dikatakan: “al-Qur’an Kalam Allah”, maka dalam pemaknaannya terdapat dua pengertian;

Pertama: Al-Qur’an dalam pengertian lafazh-lafazh yang diturunkan (al-Lafzh al-Munazzal), yang ditulis dengan tinta di antara lebaran-lembaran kertas (al-Maktub Bain al-Masha-hif), yang dibaca dengan lisan (al-Maqru’ Bi al-Lisan), dan dihafalkan di dalam hati (al-Mahfuzh Fi ash-Shudur). Al-Qur’an dalam pengertian ini maka tentunya ia berupa bahasa Arab, tersusun dari huruf-huruf, serta berupa suara saat dibaca.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Minggu, 12 Januari 2014

0 Tuhan tidak dapat dicapai oleh panca indera manusia

Tuhan tidak dapat dicapai oleh panca indera manusia
Dalam perkara aqidah (i’tiqod) seharusnya seluruh kaum muslim tidak ada perbedaan karena perkara aqidah (i’tiqod) bukan perkara furuiyyah

Kaum yang berbeda dengan mayoritas kaum muslim dalam perkara aqidah (i’tiqod) di antaranya adalah para pengikut ulama Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengikuti pola pemahaman ulama Ibnu Taimiyyah bermazhab dzahiriyah yakni berpendapat, berfatwa, beraqidah (i’tiqod) berpegang pada nash secara dzahir/harfiah/literal/tertulis/tersurat

 Mereka sukar memahami Al-Qur’an dalam pengertian Kalam Allah ad-Dzati. artinya dalam pengertian salah satu sifat Allah yang wajib kita yakini, yaitu sifat al-Kalam.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Sabtu, 11 Januari 2014

0 Melihat Rabb Dengan Hati

Melihat Rabb Dengan Hati
Allah ta’ala dekat di hati, jauh di mata

Firman Allah ta’ala yang artinya
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang “Aku” maka (jawablah)
bahwasanya Aku adalah dekat“.( Al Baqarah [2]:186 ).

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf [50]:16 )
“Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)“. (QS Al-’Alaq [96]:19 )
 “Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat” (QS Al-Waqi’ah [56]: 85 )
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata” (QS Al An’am [6]:103)
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

0 Tujuan ilmu tauhid untuk mengenal Allah

Tujuan ilmu tauhid untuk mengenal Allah
Kami mohon maaf jika pada akhir-akhir ini tulisan kami terkait ayat-ayat mutasyabihat tentang sifat yang merupakan bagian dari ilmu tauhid yang disebut juga ilmu ushuluddin, ilmu kalam dan ilmu ‘aqa’id.

Kami hanya sekedar berupaya agar orang banyak tidak terjerumus pada kesalahpahaman mereka menjadikan hadits kisah budak Jariyah di dalam kitab Sahih Muslim yang diriwayatkan oleh Muawiyah bin al-Hakam as-Sulami sebagai landasan i’tiqod.

Sekaligus menjelaskan bagaimana mereka yang mengaku ittiba’ (mengikuti) sunnah Rasulullah namun pada kenyataannya mereka dengan jelas melanggar larangan Rasulullah memikirkan dan bertanya tentang DzatNya
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Kamis, 09 Januari 2014

0 Astagfirullah, Peristiwa Aneh Bertubi-Tubi Yang Menimpa Sebuah Jenazah (Kisah Nyata)

ilustrasi
Ini merupakan sebuah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan. Insya Allah kisah ini menjadi hikmah dan cermin bagi kita semua sebelum ajal menjemput.Pada awalnya, kisah ini diceritakan langsung oleh seorang Modin (pengurus jenazah) kepada saya. Dengan gaya bertutur, selengkapnya ceritanya begini:

Saya terlibat dalam pengurus jenazah lebih dari 16 tahun, berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam jangka atau kurun waktu tersebut macam-macam jenis mayat sudah saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Jumat, 03 Januari 2014

1 Indahnya Hidup Bersama Al Qur'an

Indahnya Hidup Bersama Al Qur'an
Ini kisah nyata:..
Di Sebuah areal perkebunan..
Sebelah timur pegunungan di Kentucky-AS..
Hidup seorang kakek bersama cucu lelakinya
Ia seorang Muslim...
Tentunya ia Warga minoritas di negeri itu.

Setiap hari..usai sholat subuh..
Si kakek biasa duduk dekat perapian sambil membaca Al-qur’an
Sang cucu ingin menjadi seperti kakeknya..
Dan mencoba menirunya seperti yang ia saksikan setiap hari.

Suatu hari ia bertanya pada kakeknya :
“ Kakek, aku coba membaca Al-Qur’an sepertimu..
Tapi aku tak bisa memahami artinya..
walaupun ada sedikit yang ku pahami..
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Kamis, 02 Januari 2014

0 Puisi Sunda

Puisi SundaHIRUP
Oleh Ato Paskal

Hirup lir ibarat lengkah
Sing ati ati tur tarapti
nincak ulah ngan saukur lengkah
bari komo jeung dudupak rurumpak bisi manggih beling nu pastina bakal nyugak

 Hirup jeung kahirupan lir ibarat lengkah
jeung tujuan
lengkah merenah nu ku dilampah
tinangku barokah tujuan
nu ku urang baris kahontal
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

eNews & Updates

Sign up to receive breaking news
as well as receive other site updates!

popular

Diberdayakan oleh Blogger.