Sabtu, 08 Februari 2014

0 Muammar ZA Didaulat Tampil Pada MTQ Internasional

JAKARTA – Duet Qori Internasional dari Indonesia Muammar ZA dan Mukmin Ainul Mubarak memeriahkan malam pertama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional di Masjid Istiqlal Jakarta Kamis (12/3). Muammar ZA dan Mukmin Ainul Mubarak yang merupakan dewan juri didaulat panitia untuk tampil di sela-sela MTQ.

Spontan saja para hadirin terkejut dan menyambut gembira ketika kedua qori internasional tersebut diminta untuk melantunkan kalam Ilahi secara duet.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

0 Qori Terbaik Internasional Asal Kota Tasikmalaya

Sejak lama nama Tasikmalaya dikenal sebagai “Kota Santri“ karena banyaknya pondok pesantren yang tersebar di hampir tiap kampung. Tak sedikit para santri yang menimba ilmu agama di pondok-pondok pesantren itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanagara.

Apalagi nama Tasikmalaya semakin harum setelah H. Mu’min Ainul Mubarok S.Pd.I tercatat sebagai Qori Internasional di Malaysia pada tahun 2008 dan tahun 2009 tatkala di Iran dia dinobatkan sebagai Qori Terbaik Internasional menyisihkan rivalnya dari berbagai negara. “Alhamdulillah, saya bisa meraih prestasi setinggi itu, meski sebelumnya tidak menduga karena harus bersaing dengan peserta lain dari berbagai negara,” tuturnya.

Karena itu tak mengherankan, bila H. Mu’min Ainul Mubarok S.Pd.I kini sering mendapat panggilan baik di tingkat nasional
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Sabtu, 18 Januari 2014

0 Ashabul Kahfi

ilustrasi
(Seri Kecerdasan Ali Bin Abu Thalib)

Dari Imam Ali ra yang menceritakan Ashabul Kahfi kepada seorang Yahudi yang ingin menguji kecerdasan Imam Ali ra. Apabila Imam Ali ra tidak bisa menceritakandan menjawab pertanyaannya, maka ia tidak mau memeluk ajaran Islam yang dibawa Nabi Muhammad saw.

Tiga orang pendeta Yahudi datang menemui Imam Ali ra, mereka ingin menguji kebenaran agama Islam.

Salah seorang berkata, “Wahai Ali, ada satu masalah yang ingin kutanyakan kepadamu.”

mam Ali ra pun berkata, “Bertanyalah sesukamu!”

Pendeta Yahudi tadi berkata, “Beritahukan kepadaku tentang sekelompok remaja pada zaman dahulu. Yang mana mereka mati selama tiga ratus sembilan tahun, lalu Allah hidupkan kembali. Bagaimana kisah mereka itu?”
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Jumat, 17 Januari 2014

0 Kalam Allah

Dalam pemahaman Ulama kita; ulama Ahlussunnah ketika dikatakan: “al-Qur’an Kalam Allah”, maka dalam pemaknaannya terdapat dua pengertian;

Pertama: Al-Qur’an dalam pengertian lafazh-lafazh yang diturunkan (al-Lafzh al-Munazzal), yang ditulis dengan tinta di antara lebaran-lembaran kertas (al-Maktub Bain al-Masha-hif), yang dibaca dengan lisan (al-Maqru’ Bi al-Lisan), dan dihafalkan di dalam hati (al-Mahfuzh Fi ash-Shudur). Al-Qur’an dalam pengertian ini maka tentunya ia berupa bahasa Arab, tersusun dari huruf-huruf, serta berupa suara saat dibaca.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Minggu, 12 Januari 2014

0 Tuhan tidak dapat dicapai oleh panca indera manusia

Tuhan tidak dapat dicapai oleh panca indera manusia
Dalam perkara aqidah (i’tiqod) seharusnya seluruh kaum muslim tidak ada perbedaan karena perkara aqidah (i’tiqod) bukan perkara furuiyyah

Kaum yang berbeda dengan mayoritas kaum muslim dalam perkara aqidah (i’tiqod) di antaranya adalah para pengikut ulama Muhammad bin Abdul Wahhab yang mengikuti pola pemahaman ulama Ibnu Taimiyyah bermazhab dzahiriyah yakni berpendapat, berfatwa, beraqidah (i’tiqod) berpegang pada nash secara dzahir/harfiah/literal/tertulis/tersurat

 Mereka sukar memahami Al-Qur’an dalam pengertian Kalam Allah ad-Dzati. artinya dalam pengertian salah satu sifat Allah yang wajib kita yakini, yaitu sifat al-Kalam.
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

Sabtu, 11 Januari 2014

0 Melihat Rabb Dengan Hati

Melihat Rabb Dengan Hati
Allah ta’ala dekat di hati, jauh di mata

Firman Allah ta’ala yang artinya
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang “Aku” maka (jawablah)
bahwasanya Aku adalah dekat“.( Al Baqarah [2]:186 ).

“Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaaf [50]:16 )
“Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan)“. (QS Al-’Alaq [96]:19 )
 “Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat” (QS Al-Waqi’ah [56]: 85 )
“Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata” (QS Al An’am [6]:103)
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

0 Tujuan ilmu tauhid untuk mengenal Allah

Tujuan ilmu tauhid untuk mengenal Allah
Kami mohon maaf jika pada akhir-akhir ini tulisan kami terkait ayat-ayat mutasyabihat tentang sifat yang merupakan bagian dari ilmu tauhid yang disebut juga ilmu ushuluddin, ilmu kalam dan ilmu ‘aqa’id.

Kami hanya sekedar berupaya agar orang banyak tidak terjerumus pada kesalahpahaman mereka menjadikan hadits kisah budak Jariyah di dalam kitab Sahih Muslim yang diriwayatkan oleh Muawiyah bin al-Hakam as-Sulami sebagai landasan i’tiqod.

Sekaligus menjelaskan bagaimana mereka yang mengaku ittiba’ (mengikuti) sunnah Rasulullah namun pada kenyataannya mereka dengan jelas melanggar larangan Rasulullah memikirkan dan bertanya tentang DzatNya
Share artikel ke: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
your ad here

eNews & Updates

Sign up to receive breaking news
as well as receive other site updates!

popular

Diberdayakan oleh Blogger.